PDAM Makassar Duga Ada Sabotase Air di Perumahan BTP

oleh -150 views
oleh

MAKASSAR – Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar memberi atensi soal keluhan pelanggan di daerah Perumahan BTP, khususnya Blok H, Kelurahan Buntusu. Penjabat Direktur Utama PDAM Makassar, Beni Iskandar bahkan turun langsung menemui masyarakat di daerah tersebut untuk mendengar dan melihat situasi suplai air.

Beni menjelaskan bahwa ada beberapa kejanggalan yang ditemui di lapangan yang dirasakan tidak sesuai dengan yang diadukan. “Petugas kami sudah mau melakukan tindakan dan kegiatan lapangan tapi terkendala tidak sepakatnya beberapa warga jika dilakukan penggalian. Padahal ini kan kita mau carikan solusi malah petugas dilarang menggali,” ungkap Beni, Senin, 20 Juni 2022.

“Pipa yang akan kita koneksi ini pipa induk akan tetapi sudah di cor atau dilakukan peremajaan jalan berupa pengecoran,” sambungnya kemudian. Ia menambahkan pihaknya tak bisa bekerja dengan baik lantaran ada oknum yang menghalangi. Oknum tersebut, kata dia, mengaku sebagai tokoh masyarakat. “Kita kan kalau selesai dikerjakan akan diperbaiki kembali tapi dihalangi oleh beberapa oknum warga yang mengatasnamakan tokoh masyarakat padahal yang beri izin ini kan Ketua RW dan RT,” tuturnya.

Ada juga kejadian disinyalir dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, di mana pipa pembuangan udara yang selama ini dipakai untuk memasukkan air dari mobil tangki atau membuang udara itu di lem permanen sehingga tidak bisa terbuka dan tidak ada warga lain yang mengetahuinya.

“Inikan indikasi ada sabotase yang memang tidak mau air di lokasi itu menjadi merata dan normal,” jelasnya. Berdasarkan penelusuran petugas lapangan, pihak-pihak yang menghalangi ini diduga ada hubungannya dengan berakhirnya masa jabatan RT/RW sebelumnya yang tidak terima mereka diganti. Sebab itu, menghasut serta memprovokasi warga lain untuk tidak memberikan izin penggalian dengan alasan jalan bisa rusak dan akses warga terganggu.

“Sementara kita adakan penelusuran jika memang terbukti ada sabotase sesuai dugaan warga, maka kami tidak akan tinggal diam dan akan melaporkan ke pihak kepolisian,” tuturnya. Setelah melakukan pendekatan dan pemufakatan dengan Ketua RW dan RT, akhirnya petugas PDAM diberikan izin menggali.

“Kami tetap berharap agar jangan ada lagi pihak lain yang memberikan informasi sesat bahwa PDAM sengaja tidak menindaklanjuti keluhan warga,” ungkapnya. Ia mengatakan pihaknya akan melakukan perbaikan dan mengupayakan semaksimal mungkin agar seluruh blok di BTP dapat menikmati air secara normal.

“Kami sudah punya pemetaan dan isolasi suplai air di daerah tersebut,” tutupnya.(*)