Usul Rel Kereta Melayang Makassar, Danny Klaim Lebih Hemat Biaya

oleh -127 views
oleh
Makassar – Wali kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengklaim biaya operasional rel kereta api melayang bisa lebih hemat dibandingkan di darat. Biayanya operasional rel kereta api di darat disebut bisa mencapai tiga kali lipat.

“Lebih murah nanti dalam operasionalnya dibanding di bawah (rel di darat), terus banjir harus ada kanalnya, air kan ke sana, banyak sekali akibatnya, lebih mahal dari (rel melayang) kenaikan tiga kali lipat,” ujar Danny kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Makassar, Jumat (27/5/2022).

Danny mengatakan desain rel kereta api Makassar saat ini tidak sesuai dengan perencanaan tata ruang Kota Makassar. Sebab terdapat kota baru yang sedang dikembangkan yang nantinya akan menjadi lintasan kereta api.

“Sewaktu perencanaan itu tidak melihat tata ruang bahwa di situ ada area reklamasi yang akan ditinggali sekitar, bisa menampung 2 juta orang itu, sudah disepakati menjadi kota baru di PUPR,” ujarnya.

Danny pun berkomitmen akan mengambil alih pengurusan pembebasan lahan jika rel kereta api melayang diizinkan. Dia mengklaim mayoritas masyarakat setuju bila pembebasan lahan untuk rel kereta api melayang, sebab jalur yang dibutuhkan hanya lima meter dibanding dengan jalur rel darat yang membutuhkan jalur seluas 50 meter.

“Sebagai kompensasi kami yang siapkan jalurnya, kami yang bebaskan lahannya, nah kalau misalnya dia at grade (rel darat) di bawah masih 50 meter. Kalau ini di atas biar lima meter, banyak orang mau kasih saya gratis lahan kalau cuman lima meter,” paparnya.

Danny optimis akan menyelesaikan pembebasan lahan dalam waktu satu bulan. Saat ini, pihaknya juga masih menunggu lokasi pembangunan stasiun kereta api.

“Saya kutahu ki ini masalah, makanya saya bilang itu tadi satu bulan 100 % masyarakat setuju,” tegasnya.

Pembangunan rel kereta api melayang ini direncanakan sepanjang 6 kilometer. Namun Danny belum bisa memastikan berapa anggaran untuk merealisasikannya. Dia memprediksi akan menelan anggaran sekitar Rp 600 miliar per kilometer.

“Saya tidak tahu sekarang berapa per meter, perkilometer hitungannya, tapi yang jelas kalau tidak salah dulu saja itu yang ini elevated 4 Kilometer itu Rp 2,5 triliun. Berarti kalau Rp 2,5 T hampir 600 Miliar per kilometer,” terangnya.

Meski begitu, Danny tidak kehabisan akal untuk mewujudkan rel kereta api melayang dalam konstruksi kereta api Makassar. Dia akan menggandeng swasta bila pemerintah pusat tidak menyanggupi pembiayaannya.

“Kita bicarakan dengan DPR. Artinya termasuk menggandeng swasta, karena tidak ada gunanya kereta api kalau tidak ada feeder, itu gunanya LRT,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi merespons permintaan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’Pomanto agar rel kereta api di Makassar dibuat melayang. Dia menyebut akan membantu mengusulkan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Saya katakan sulit untuk menolak permintaan Wali Kota (agar rute kereta api menjadi elevated) tapi karena ini (kereta api) ini kewenangan Kementerian Keuangan saya akan mengusulkan,” ucapnya di hadapan para wartawan usai peresmian rumah sakit (RS) PIP di Jalan Tentara Pelajar Makassar, Jumat (27/5/2022).

Perubahan desain konstruksi rel kereta api menjadi melayang akan membuat anggaran pembangunan rel membengkak. Sehingga perlu diusulkan perubahan kebutuhan anggaran ke Kemenkeu.

“Tapi kalau yang usul pak wali, biasanya oke punya itu. Ini tiga kali lipat pembiayaan (kalau elevated),” jelasnya.(*)