Danny Bakal Mutasi Eselon III Pemkot, Singgung Pejabat Pungli

oleh -110 views
oleh
Makassar – Gerbong mutasi pejabat di lingkup Pemkot Makassar digulirkan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto. Pejabat yang dianggap kontraproduktif dengan program pemerintah dan ada laporan pungutan liar (pungli) bakal diselesaikan Danny.

“Sekretaris yang justru kontraproduktif dan menyusahkan banyak orang, dan termasuk laporan-laporan pungli, saya pasti selesaikan orang-orang seperti itu,” tegas Danny, Kamis (26/5/2022).

Dia mengaku sudah menerima banyak laporan terkait kinerja pejabat yang tidak maksimal dan temuannya. Hanya saja Danny belum detail membeberkan laporan yang dimaksud.

“Pokoknya seluruhnya saya akan benahi, termasuk sekretaris-sekretaris yang tidak maksimal,” papar dia.

Danny mengaku mutasi pejabat khusus setingkat eselon II, mulai dari jabatan sekretaris dinas (sekdis) hingga kepala bidang di tiap SKPD. Kebijakan ini dilakukan untuk memperkuat kinerja pemerintahan.

“Khusus eselon III mulai sekdis termasuk (kepala) bidang apa semua, saya akan perkuat,” ungkap Danny.

Dia membeberkan rencana pergantian pejabat ini sudah disiapkan. Mereka yang diganti dan mendapatkan posisi baru, sisa menunggu pelantikan.

“Sudah final semua, sudah final seluruhnya,” sebut Danny.

Rencananya pelantikan pejabat eselon II dilaksanakan bulan ini. Namun Danny belum mengungkapkan ada berapa pejabat yang akan dilantik nantinya.

“Betul (ada pelantikan pejabat eselon III). Insya Allah, tidak lewat Mei ini (dilantik),” beber dia.

Dia mengaku sedianya pelantikan pejabat ini sudah digelar. Namun dia berdalih masih akan membicarakannya kembali dengan Wakil Wali (Wawali) Kota Makassar Fatmawati Rusdi untuk mematangkan persiapannya.

“Kan kemarin saya mau lantik. Tapi Bu Wawali lagi berhalangan, lagi umroh, (ini soal) sopan santunnya (untuk koordinasi) masih saya bicarakan lah,” tuturnya.

Sementara kinerja para pejabat eselon II setingkat kepala dinas atau badan pun tetap diawasi. Danny juga mengaku akan melakukan evaluasi jika mereka bekerja tak optimal.

“Ada evaluasi (bagi pejabat eselon II). Tapi kan eselon II kan panjang prosedurnya,” jelas Danny.(*)