BRT Kota Bakal Beroperasi di Makassar, Dirancang Lengkapi Teman Bus

oleh -106 views
Makassar – Pemkot Makassar tengah mengkaji agar bus rapid transit (BRT) segera beroperasi di Kota Makassar. BRT ini bakal melengkapi layanan armada Teman Bus Trans Mamminasata.

“GIZ (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit) dan Uni Eropa membuat program BRT mirip Teman Bus. Bedanya ini mobil listrik atau low carbon,” ungkap Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, Rabu (18/5/2022).

Danny menambahkan bantuan moda transportasi perkotaan ini berbasis energi terbarukan. Untuk program Teman Bus merupakan insitiaf pusat sementara untuk proyek kerja sama GIZ ini merupakan inisiatif kota.

“BRT GIZ ini dimulai dari melayani kota. Kalau Teman Bus melayani Mamminasata. Nanti ini saling melengkapi. Nanti bersama Teman Bus bersama-sama melayani kota,” jelasnya.

Untuk percepatan pengoperasian BRT, Danny mengaku telah membentuk task force atau tim kerja. Ada Dinas Perhubungan, Bagian Kerja Sama, Staf Ahli, Dinas Tata Ruang dan Dinas PU yang masuk tim kerja.

“Saya sudah menunjuk task force. Tim kerja ini nanti yang akan berhubungan dengan mereka GIZ,” jelasnya.

Namun Danny belum bisa memastikan kapan BRT Kota ini bisa beroperasi. Pasalnya saat ini masih dilakukan perampungan studi kelayakan atau feasibility study (FS). Apalagi implementasi pelaksanaan program ini nanti masih harus dikoordinasikan dengan pemerintah pusat karena menggunakan dana luar negeri.

“Kita belum tau (berapa unit armada beroperasi nanti). Ini masih tahap FS. Karena harus masuk bluebook-nya pemerintah pusat karena ini ada uang dari luar masuk,” tuturnya.

Proyek ini sebenarnya diharap FS-nya bisa rampung sebelum G-20 di Bali berlangsung akhir tahun ini. Namun menurut Danny ini tergantung dari FS yang saat ini dalam tahap penyelesaian.

“Jadi FS nanti menentukan jalur (rute) dan alurnya. Ini kan kita mau dibantu Bank Eropa. Pemkot tidak ada masalah. Sisa Pemprov dan pusat,” tukas Danny.

Untuk diketahui saat ini, Teman Bus Trans Mamminasata telah beroperasi sejak 13 November 2021 lalu. Program Kemenhub ini bagian dari program Buy The Service (BTS). Bus massal ini sudah melayani 4 koridor dengan jumlah 87 unit bus.(*)